Prodi Sains Biomedis UIN Sunan Kalijaga Bahas Peluang Karier Lulusan dan Penjajakan Kerja Sama dengan UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito
Yogyakarta – Program Studi Sains Biomedis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pertemuan bersama pengguna lulusan (user) sekaligus penjajakan kerja sama dengan UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito. Kegiatan dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh jajaran Fakultas Sains dan Teknologi serta sivitas akademika Program Studi Sains Biomedis.
Kegiatan tersebut menghadirkan dr. Peristiwan Ridha Widhi Astana, M.Biomed sebagai narasumber dari UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito. Turut hadir Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Dra. Hj. Khurul Wardati, M.Si., serta jajaran dan pengelola Program Studi Sains Biomedis.
Pertemuan ini menjadi ruang strategis bagi Program Studi Sains Biomedis untuk memperoleh masukan dari pengguna lulusan mengenai kebutuhan kompetensi di dunia kerja sekaligus memperkenalkan potensi lulusan Sains Biomedis untuk berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan, penelitian, dan produk berbasis bahan alam.
Dalam pemaparannya, dr. Peristiwan menjelaskan bahwa UPF Yankestrad Tawangmangu merupakan pusat layanan kesehatan tradisional, wellness, penelitian, dan edukasi yang berbasis pada tanaman obat Indonesia. Lingkup kegiatan di UPF tersebut membuka peluang bagi lulusan dari bidang biomedis untuk berkontribusi pada berbagai bidang yang relevan dengan kompetensi akademik dan riset.
Beberapa bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan bersama lulusan Sains Biomedis antara lain laboratorium pengujian, edukasi herbal, wisata tanaman obat, serta penelitian dan pengembangan produk herbal. Bidang-bidang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi biomedis, khususnya dalam pemahaman biologi, biokimia, ilmu molekuler, pengujian bahan alam, serta pengembangan produk kesehatan berbasis bukti ilmiah.
Pembahasan mengenai peluang kerja tersebut menjadi penting bagi Program Studi Sains Biomedis sebagai bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Masukan dari pihak pengguna diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan kurikulum dan kompetensi lulusan agar semakin sesuai dengan kebutuhan institusi pelayanan kesehatan, penelitian, maupun industri berbasis bahan alam.
Selain membahas peluang karier bagi lulusan, pertemuan juga membahas potensi kerja sama antara Program Studi Sains Biomedis UIN Sunan Kalijaga dengan UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito. Kerja sama tersebut berpotensi mencakup berbagai kegiatan akademik dan pengembangan riset, termasuk penelitian bersama di bidang tanaman obat dan produk herbal, kegiatan pendidikan dan pembelajaran, magang atau pengalaman kerja lapangan bagi mahasiswa, serta kegiatan pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Prof. Khurul Wardati, menyampaikan bahwa sinergi dengan institusi pelayanan kesehatan dan penelitian merupakan langkah penting dalam memperkuat implementasi pendidikan berbasis kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Kolaborasi dengan UPF Yankestrad Tawangmangu juga sejalan dengan pengembangan keilmuan Sains Biomedis yang memiliki keterkaitan dengan riset bahan alam, kesehatan, dan pengembangan produk berbasis bukti ilmiah.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat antara UIN Sunan Kalijaga, khususnya Program Studi Sains Biomedis, dengan UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, kedua institusi dapat membuka ruang kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan kekayaan tanaman obat Indonesia untuk mendukung inovasi di bidang kesehatan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Sains Biomedis UIN Sunan Kalijaga dalam membangun jejaring dengan pengguna lulusan dan mitra strategis, sehingga lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan penelitian, tetapi juga memiliki peluang untuk berkontribusi secara nyata dalam pengembangan layanan kesehatan, penelitian, dan inovasi berbasis bahan alam.